Ringkasan

Penyelenggaraan pengendalian harga yang dilaksanakan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumbawa dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Sumbawa Nomor 187 Tahun 2018 tentang Pembentukan dan Penetapan Besarnya Honorarium Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Sumbawa Tahun 2018 dan Keputusan Bupati Sumbawa Nomor 201 Tahun 2018 tentang Pembentukan dan Penetapan Besarnya Honorarium Tim Pemantauan dan Analisa Perkembangan Harga di Kabupaten Sumbawa Tahun 2018.

Bahwa kedua tim tersebut di atas bersinergi dalam pengendalian harga. Tim Pemantauan dan Analisa Perkembangan Harga (TPAPH) pembinanya adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan, ketuanya adalah Kepala Bagian Perekonomian Setda sedangkan anggotanya dari OPD-OPD terkait. Pekerjaannya melakukan pemantauan dan analisa perkembangan harga. TPAPH diposisikan sebagai tim dan sistem pendukung keputusan bagi TPID dengan rekomendasi kebijakan diajukan ke TPID. Selanjutnya, TPID menetapkan rekomendasi kebijakan yang diajukan kepada Bupati Sumbawa.

Pembentukan TPAPH berangkat dari evaluasi terhadap peran dan fungsi TPID Kabupaten Sumbawa yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda selaku Sekretaris TPID pada tanggal 26 Oktober 2017. Rapat evaluasi tersebut memberikan evaluasi serius pada tata kelola TPID Sumbawa sebagai forum pengambil keputusan yang sifatnya multi sektor sehingga perlu ada sinergitas dan integrasi sistem dalam penyelenggaraan TPID agar TPID menjadi forum yang efektif dan bermanfaat. Evaluasinya, TPID adalah forum yang strategis, namun minim kebijakan pengendalian harga.

Hasil evaluasi itu akhirnya menghendaki adanya inovasi dalam tata kelola TPID yang mendukung pengambilan keputusan dan kebijakan pengendalian harga yang diyakini akan mempengaruhi banyak sektor pembangunan, baik sosial budaya, ekonomi dan infrastruktur daerah. Inovasi ini diharapkan menjadi sistem yang terintegrasi dalam pengelolaan data dan program yang ada di seluruh OPD terkait.

Bagian Perekonomian Setda yang menangani urusan inflasi daerah membuat inovasi dan didaftarkan ke lomba inovasi daerah yang diselenggarakan oleh Bappeda Kabupaten Sumbawa. Inovasi itu bernama: SIANDINI. Sistem Informasi Peringatan Dini Inflasi.

TPAPH menyadari harga dibentuk oleh banyak faktor. Faktor produksi, transportasi, kebijakan pemerintah, permintaan dan penawaran, dollar amerika dan faktor-faktor sosial lainnya. Faktor-faktor inilah yang akan dianalisis terhadap harga-harga barang yang dipantau. TPAPH benara-benar ingin membangun tata kelola TPID yang baik, yang kredibel, dan yang akuntabel untuk dijadikan bahan baku pengambilan keputusan dan penetapan kebijakan pengendalian harga di daerah. Harapannya, harga-harga setabil, masa depan terkait perkembangan harga dapat diprediksi dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Maka, sekarang di Kabupaten Sumbawa, ada 2 (dua) organ dalam penyelenggaraan pengendalian inflasi daerah. TPID dan TPAPH. TPID akan melakukan rapat koordinasi setelah bahan bakunya lengkap dari TPAPH. TPAPH menggunakan SIANDINI dalam memantau harga dan menganalisis semua faktor dan melaporkannya ke TPID. SIANDINI terdiri dari 2 (dua) instrumen: tim survey yang menjadi bagian dalam TPAPH dan sistem aplikasi berbasis teknologi informasi. Dengan demikian, SIANDINI sebagai sebuah inovasi berperan sebagai Sistem Pendukung Keputusan. SIANDINI diharapkan dapat memberikan peringatan untuk melakukan antisipasi dan melaksanakan pengendalian harga yang tepat sasaran dan tepat guna.

    

 

Sistem Informasi Peringatan Dini Inflasi Kabupaten Sumbawa Adalah Sistem Pendukung Keputusan (Decisions Support System) Bagi Pengendalian Inflasi Daerah

    Jl. Garuda No 1 Sumbawa Besar
    (0371) 21111 ext. 21581
    bagperekonomian@sumbawakab.go.id
    www.siandini.sumbawakab.go.id

BUPATI DAN WAKIL BUPATI SUMBAWA
H.M. Husni Djibril, B.Sc.
Drs. H. Mahmud Abdullah
SOSIAL MEDIA
       

PENGUNJUNG
HTML hit counter - Quick-counter.net