Belanja Wajib Dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun 2022

Anisa Indraini Detik Finance - SK MK RI    Senin, 19 September 2022

Kementerian Keuangan mewajibkan pemerintah daerah (pemda) membelanjakan 2% dari dana transfer umum (DTU) untuk bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat di daerah masing-masing. Hal ini untuk mendukung program penanganan dampak inflasi.

Demikian tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 134 Tahun 2022 tentang Belanja Wajib Dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun 2022. Aturan ini mulai berlaku pada saat diundangkan 5 September 2022.

"Untuk mengantisipasi dampak inflasi, diperlukan kebijakan penganggaran belanja wajib perlindungan sosial melalui belanja pada anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2022," bunyi bagian pertimbangan aturan tersebut, dikutip Selasa (6/9/2022).

Dalam pasal 2, disebutkan bahwa pemda harus menganggarkan belanja wajib perlindungan sosial untuk periode Oktober-Desember. Belanja wajib digunakan untuk pemberian bansos termasuk kepada ojek, UMKM dan nelayan.

Belanja wajib perlindungan sosial juga bisa digunakan untuk penciptaan lapangan kerja atau pemberian subsidi sektor transportasi angkutan umum di daerah.

"Besaran DTU ditentukan sebesar penyaluran DAU bulan Oktober-Desember 2022 dan penyaluran DBH triwulan IV-2022. Belanja wajib tidak termasuk belanja wajib 25% dari DTU yang telah dianggarkan pada APBD 2022," tulisnya.

Di pasal 3 dijelaskan bahwa Pemda menganggarkan belanja wajib dengan melakukan perubahan peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD 2022 untuk selanjutnya dituangkan dalam Peraturan Daerah mengenai perubahan APBD Tahun 2022 atau laporan realisasi anggaran bagi daerah yang tidak melakukan perubahan APBD 2022 atau telah melakukan perubahan APBD 2022.

Laporan penganggaran belanja wajib diterima oleh Menteri Keuangan c.q Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan paling lambat pada 15 September 2022. Sedangkan laporan realisasi atas belanja wajib paling lambat 15 bulan berikutnya setelah bulan berkenaan berakhir.

"Laporan realisasi belanja wajib disampaikan dalam bentuk file Portable Document Format (PDF) melalui surat elektronik (email) resmi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Dalam hal batas waktu penerimaan laporan bertepatan dengan hari libur atau hari yang diliburkan, penerimaan laporan dilaksanakan pada hari kerja berikutnya," imbuhnya.]

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-6275922/aturan-baru-sri-mulyani-pemda-wajib-gunakan-2-anggaran-buat-bansos

Adapun beberapa point dari SK Menteri Keuangan Republik Indonesia yaitu : 

  1. bahwa untuk mengantisipasi dampak inflasi, diperlukan kebijakan penganggaran belanja wajib perlindungan sosial melalui belanja pada anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2022;
  2. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 12 ayat (2) huruf c Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2022 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2022, pengaturan mengenai pengelolaan keuangan berupa earmarking belanja dalam rangka mendukung penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/ atau menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan/ atau stabilitas sistem keuangan, perlu ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan;
  3. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Belanja Wajib dalam rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun Anggaran 2022;

Sumber : SK Menteri Kuangan Republik Indonesia SALINAN

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 134/PMK.07/ 2022 tentang Belanja Wajib Dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun Anggaran 2022, dimana pemda berkontribusi memberikan dukungannya berupa penganggaran belanja  wajib perlindungan  sosial sebesar 2 persen dari Dana Transfer Umum (DTU). Maka dilakukan rapat koordinasi yang dilaksanakan di ruang rapat Bappeda Kab Sumbawa pada tanggal 19 September 2022.

Berikut beberapa dokumentasi pada saat rapat berlangsung :

 

Sistem Informasi Peringatan Dini Inflasi Kabupaten Sumbawa Adalah Sistem Pendukung Keputusan (Decisions Support System) Bagi Pengendalian Inflasi Daerah

    Jl. Garuda No 1 Sumbawa Besar
    (0371) 21111 ext. 21581
    bagperekonomian@sumbawakab.go.id
    www.siandini.sumbawakab.go.id

SOSIAL MEDIA
       

PENGUNJUNG
HTML hit counter - Quick-counter.net