Pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Ternak di Kabupaten Sumbawa

Andrian     Kamis, 02 Juni 2022

antisipasi dan pencegahan penyait mulut dan kuku PMK, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menutup akses ke Daerah terjangkit. penyakit mulut dan kuku PMK pada hewan ternak seperti Sapi, Kerbau, Kambing, Domba, Babi walaupun PMK bukan penyakit sonosis tapi dapat menyebabkan kematian mendadak, keguguran, infertilitas, penurunan berat badan, hambatan perdagangan dan hambatan ekspor.

https://scontent-sin6-1.xx.fbcdn.net/v/t39.30808-6/285497749_118609930857874_5753902433324262151_n.jpg?_nc_cat=111&ccb=1-7&_nc_sid=730e14&_nc_ohc=W0vsleN4mbgAX_U1RJh&tn=5RJPc7r0XRMvxHFg&_nc_ht=scontent-sin6-1.xx&oh=00_AT-rXQkCrnzAZHLi11BtartqjCb9SJwemZvF37mnOHRkFw&oe=62E50E2B

“Kemarin ada edaran baru kepala Karantina karena PMK bukan zoonosis dan masih bisa diobati bisa dikeluarkan dari daerah bebes ke daerah tertular. Sumbawa kita masih bebas PMK. Jadi edaran terbaru itu sudah bisa kita kirim ke luar daerah namun untuk keperluan pemotongan bukan untuk dipelihara di daerah tujuan. Jadi untuk RPH dan memenuhi kebutuhan idul adha dengan berbagai persyaratan,” jelas Kepala Dinas Pertanian dan Kesehatan Hewan (Disnakeswas) Sumbawa H. Junaidi, kepada wartawan, Selasa (31/05/2022) usai rapat di Kantor Bupati. (https://www.kabarsumbawa.com/2022/05/31/cegah-pmk-sumbawa-tutup-pintu-masuk-dari-daerah-terjangkit/)

Adapun langkah-langkah pencegahan yang telah dilakukan seperti melukan sosialisasi/KIE oleh petugas Disnakkeswan kepada pengusaha/pedagang ternak, pejagal dan Masyrakat umum, cek point atau pemeriksaan kesehatan hewan di holding ground dan portal lintas ternak (portal Timur dan Barat), Mengumpulkan veteriner untuk sama-sama melakukan pencegahan dengan deteksi dini terhadap penyakit, Penyemprotan desinfektan pada ternak masuk dan angkutannya, Menyebarkan brosur dan leaflet.

Sejak penetapan wabah penyakit mulut dan kuku PMK pada tanggal 9 Mei 2022 belum ada ternak yang dikirim ke Pulau Lombok, Kabupaten Sumbawa menutup akses ke Daerah terjangkit PMK. Kepala Balai Karantina Hewan Badas memaparkan bahwa Kabupaten Sumbawa masih daerah bebas PMK, hewan yang keluar harus di karantina selama 14 hari sesuai masa inkubasi penyakit, dilarang masuk ternak dari Daerah tertular ke Daerah bebas, penutupan jalur masuk terbak telah dilakukan.

Pada hari Selasa 31 Mei 2022 dilakukan rapat untuk pencegahan penyakit PMK dengan kesimpulan rapat yaitu :

  1. Penerapan Surat Kepala Badan Karantina tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Kejadian PMK harus ditegakkan
  2. Ada diterbitkan surat keterangan dari RPH bahwa sudah dilakukan pemusnahan serta penyemprotan desinfektan terhadap alat angkut dan orang
  3. Diharapkan dukungan pengusaha ternak untuk secara mandiri melakukan penyemprotan desinfektan terhadap alat angkut ternak dan orangnya
  4. Disnakkeswan membuat surat ke Provinsi untuk menghentikan pengiriman babi dari Bali ke NTT melalui jalur darat yang dikhawatirkan dapat menimbulkan resiko masuknya virus PMK ke Kabupaten Sumbawa

Sistem Informasi Peringatan Dini Inflasi Kabupaten Sumbawa Adalah Sistem Pendukung Keputusan (Decisions Support System) Bagi Pengendalian Inflasi Daerah

    Jl. Garuda No 1 Sumbawa Besar
    (0371) 21111 ext. 21581
    bagperekonomian@sumbawakab.go.id
    www.siandini.sumbawakab.go.id

SOSIAL MEDIA
       

PENGUNJUNG
HTML hit counter - Quick-counter.net