Temui Dirjen Migas, Pemda Sumbawa Minta Tambahan 2.332 Metrik Ton LPG 3Kg

Samawa Rea     Minggu, 24 Juli 2022

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (24 Juli 2022) - Kabupaten Sumbawa sempat mengalami kelangkaan LPG 3Kg. Kelangkaan tersebut terjadi merata hampir di semua kecamatan dan merebaknya spekulan atau pengecer gelap menaikkan harga LPG 3 Kg.

Berdasarkan SK Gubernur NTB 750-365 Tahun 2009 ditetapkan Harga Ecerean Tertinggi (HET) berkisar antara Rp 15.000–16.500. Namun pada tingkat konsumen saat itu harga mencapai Rp 25.000–35.000.

Hal ini diakui Kabag Ekonomi Setda Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo kepada samawarea.com, Minggu (24/7/2022). Menyikapi kondisi itu, ungkapnya, Pemkab Sumbawa telah mengambil langkah-langkah koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga. Koordinasi ini untuk mengatasi kelangkaan pasokan dan melakukan Sidak dari SPBE Maronge, penyalur hingga sub penyalur di desa dan kelurahan.

Dari koordinasi dan sidak tersebut memang didapatkan kondisi lapangan terjadi kelangkaan LPG 3 Kg akibat semakin tingginya permintaan rumah tangga yang awalnya masih menggunakan minyak tanah kini beralih ke LPG 3 Kg. Disamping itu terjadi migrasi pengguna LPG non subsidi ke LPG subsidi. Ini buntut dari kenaikan harga LPG non subsidi yang terjadi beberapa kali.

Pemkab Sumbawa sambung Doktor Dedi, telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Sumbawa Nomor 450 Tahun 2020 tanggal 21 Juli 2020 dan dipertegas kembali dengan Surat Edaran Nomor 472 Tahun 2022 tanggal 6 Juni 2022 tentang Penggunaan LPG Tabung 3Kg.

Dalam surat edaran itu meminta ASN lingkup Pemkab Sumbawa, TNI-Polri, pegawai BUMN-BUMD, pelaku usaha selain usaha mikro dan masyarakat tidak mampu, tidak menggunakan LPG Tabung 3 Kg. Melalui Surat Edaran tersebut juga mempertegas kembali besaran HET dan dukungan pengawasan pemerintah daerah.

Selain itu Bupati Sumbawa telah menyampaikan surat ke Dirjen Migas Nomor 471 Tahun 2022 tertanggal 6 Juni 2022 perihal usulan penambahan kuota LPG 3 Kg di Kabupaten Sumbawa. Kuota awal mencapai 9.330 Metrik Ton. Pemda Sumbawa mengusulkan penambahan 2.332 Metrik Ton, sehingga kuotanya menjadi 11.662 Metrik Ton. Untuk mempertegas surat Bupati ini, Ia bersama Sekda Sumbawa akan bertolak ke Jakarta bertemu Dirjen Migas, Senin (25/7) besok.

Disinggung mengenai BBM Subsidi, Doktor Dedi menyatakan hingga saat ini relatif kondusif, namun terjadi pula peningkatan konsumsi BBM khususnya jenis BBM Tertentu terutama solar seiring semakin meningkatnya geliat Perekonomian Masyarakat.

“Apalagi Kabupaten Sumbawa berada di jalur perlintasan perdagangan dan logistik transportasi darat sehingga terjadi kecenderungan peningkatan konsumsi BBM terutama solar,” imbuhnya. 

.

Sumber : https://www.samawarea.com/2022/07/24/temui-dirjen-migas-pemda-sumbawa-minta-tambahan-2-332-metrik-ton-lpg-3kg/

Sistem Informasi Peringatan Dini Inflasi Kabupaten Sumbawa Adalah Sistem Pendukung Keputusan (Decisions Support System) Bagi Pengendalian Inflasi Daerah

    Jl. Garuda No 1 Sumbawa Besar
    (0371) 21111 ext. 21581
    bagperekonomian@sumbawakab.go.id
    www.siandini.sumbawakab.go.id

SOSIAL MEDIA
       

PENGUNJUNG
HTML hit counter - Quick-counter.net